The Story of Cacaban Part 3 - Penunggu Pulau Kecil Di Tengah Waduk Cacaban

Baru baru ini penulis kembali mendapatkan cerita baru  dari narasumber , kisah kali ini masih seputaran misteri di pulau kecil ditengah tengah waduk Cacaban. Boleh percaya boleh tidak, namun kisah yang akan dituliskan kali ini bear benar dialami oleh narasumber itu sendiri. Menceritakan tentang 2 pulau kecil yang ada ditengah waduk Cacaban, pulau kecil itu dinamakan Sentong Sardi dan Bledegan (pulau petir). 


Misteri penunggu Sentong Sardi di Waduk Cacaban

Pada minggu pagi sekitar 1 tahun yang lalu rekan penulis sekaligus narasumber bernama Abidin seperti biasa menjalani hobinya memancing ikan Mujaer di waduk cacaban. Dan tujuan kali ini adalah di satu gugusan pulau kecil bernama Sentong Sardi. Seperti biasanya beberapa pemancing berpencar tidak jauh dari rekan rekannya disatu gugusan ke gugusan pulau lainnya. Ketika itu Abidin sendirian di sebelah selatan pulau, cuaca serta angin yang kurang bersahabat membuat strike atau tarikan ikan hanya sedikit. Dari jam 10 pagi hingga jam 2 siang hanya 2 ekor ikan yang berhasil didapat. Abidin pun beristirahat sejenak sambil menyantap bekal yang dibawa dari rumah. Karena rasa frustasinya ia pun berfikir untuk mengganti umpannya. Abidin mencoba bereksprimen memancing dengan daging ikan mujaer yang didapatnya tadi. Ikan itu ia potong kecil kecil dagingnya untuk dijadikan umpan.
Setelah selesai beristirahat dan menyiapkan potongan daging ikan yang akan dijadikan umpan, Abidin pun bersiap untuk kembali memancing. Namum apa yang terjadi ketika umpan pertama baru saja dilemparkan.
Seketika angin berhenti, dan terlihat gelombang besar seperti ombak dilaut dari berbagai penjuru.Setelah gelombang itu semakin mendekat ternyata gelombang tersebut adalah ribuan bahkan ratusan ribu ikan ikan di waduk cacaban semuanya seolah berkumpul mengililingi Abidin. Dengan keringat dingin dan rasa takut yang luar biasa ia pun terperanga melihat hal itu terjadi didepan mata, sungguh sesuatu yang membuat siapa pun yang melihat kejadian itu pasti akan merinding dan tidak percaya. Abidin pun segera sadar akan kesalahannya, mungkin itu akibat perbuatanya memancing ikan mujaer dengan umpan yang sama yaitu potongan daging ikan mujaer itu sendiri. Ia pun segera membuang semua  potongan daging yang ada diember tempat umpan itu disimpan. Dan ia pun segera bergegas keluar dari air menuju daratan mengahmpiri temannya yang lain. Dengan tergesa gesa ia berjalan menemui temannya, dan belum berani mengungkapkan apa yang baru saja terjadi.Abidin pun langsung duduk di tepian pulau bersama rekannya sambil memikirkan hal aneh dan mengerikan yang baru saja dialaminya. Sambil menunggu perahu yang menjemputnya ia pun hanya terdiam dan menyesali perbuatannya tadi. Setelah kurang lebih 30 menit kemudian perahu pun datang menjemput rombongan pemancing untuk kembali ke daratan .Perjalanan dari Dermaga kapal ke pulau kecil itu memakan waktu sekitar 25 sampai 40 menit. Setelah sesampainya dirumah abidin masih merasa trauma dan tidak percaya apa yang dilihatnya sore itu di Sentong Sardi. baru satu minggu kemudian ia berani bercerita kepada temannya tentang apa yang dialaminya. dan mengihimbau agar semua rekan pemancing jangan melakukan apa yang telah dilakukan Abidin dan tidak gegabah atau sombong ketika berada di gugusan pulau kecil diwaduk Cacaban supaya tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. menurut penuturan pengemudi kapal yang biasa mengantar pemancing, di Sentong Sardi sering beberapa pemancing dan rekannya melihat sosok kakek berambut putih dengan pakaian hitam seperti petani jaman dahulu. ketika menjelang sore. Mungkinkah beliau penjaga Sentong Sardi dan sekelilingnya?... Hal itu tetap menjadi misteri dikalangan pemancing dan pengemudi kapal di Objek Wisata Waduk Cacaban.

Untuk Kisah Pulau Bledegan (pulau Petir) akan berlanjut di posting selanjutnya .... Tetap ikuti dan share ke teman teman .....

Category: 1 comments
Reactions: 

Tradisi Rabu Pungkasan di Bukit Sitanjung

Tradisi rabu pungkasan di bukit Sitanjung

Ada keunikan lain yang bisa ditemukan di bukit sitanjung, yaitu tradisi Rabu Pungkasan atau Rabu Wekasan adalah rabu terakhir dibulan safar dalam kalender jawa. Setiap tahun para penduduk sekitar kecamatan Lebaksiu ramai ramai mengunjungi bukit sitanjung. Tujuannya adalah menjaga tradisi, namun bagi orang setempat banyak pula yang mendaki bukit menuju makam keramat yang terletak diatas bukit ditengah tengah pepohonan. Pedagang pun ramai berjejer dari mulai jalan raya hingga ujung jembatan . Hari rabu pungkasan berkah bagi mereka yang berjualan di sekitaran bukit sitanjung, bahkan banyak warung dadakan diatas bukit, seperti menjual es dan makanan bagi orang orang yang mendaki. jarak yang ditempuh dari jembatan hingga lokasi makam keramat tersebut tak terlalu jauh, kurang lebih 45 menit jalan kaki menelusuri jalan setapak. Jumlah pengunjung kian tahun makin menurun, 10 tahun an yang lalu pengunjung bisa mencapai ribuan orang silih berganti mendaki ke atas bukit. Tahun belakangan ini mulai menurun, kebanyakan hanya sekedar melihat lihat atau membeli pakaian atau barang barang yg dijual oleh pedagang disekitaran bukit sitanjung. Dan ada satu keunikan lagi pada hari rabu pungkasan, yaitu tradisi mencukur ujung rambut untuk tolak bala dan berkirim nasi langgi atau nasi kuning untuk sedekah pada tetangga sekitar.
Beberapa kali tercatat ada korban yang meninggal saat diadakannya tradisi rabu pungkasan di bukit Sitanjung, salah satunya yaitu korban meninggal akibat tercebur di sungai Kali Gung dibawah jembatan. Faktor penyebabnya kelalain dan korban yang tidak bisa berenang, namun misterinya bahwa kedalaman sungai yang tak terlalu dalam serta banyaknya pengunjung disekitar tempat kejadian seakan akan hal itu terjadi diluar nalar logika manusia. Pesan dari penduduk setempat agar kita berhati hati dan tidak gegabah atau sombong ketika berkunjung di bukit sitanjung pada saat Hari Rabu Pungkasan  terutama bagi yang mendaki bukit dan yang sekedar berfoto di bawah jembatan Sunglon. Ada banyak misteri yang terdapat di bukit Sitanjung nan indah pemandangannya itu serta menyimpan banyak mitos yang membuat penasaran serta ngeri ketika mendengarnya.  anda ingin berkunjung pada saat Hari Rabu Pungkasan di bukit Sitanjung? datang pada Hari rabu terakhir di bulan Safar perhitungan jawa.

Category: 1 comments
Reactions: 

Keindahan batu alam dan fosil dari Semedo Kabupaten Tegal

Di hari senin pagi ini penulis tertarik akan fenomena batu alam atau batu akik di Indonesia yang sedang booming saat ini. Seperti di daerah daerah lainnya, di Kabupaten Tegal juga menyimpan kekayaan bebatuan alam yang tak kalah dari daerah lainnya. Diantaranya batu Apik Sung dari margasari, sejenis batu bacan bumijawa, dan tentunya batu fosil dari situs purbakala yang terletak di desa Semedo kabupaten Tegal.


Sekitar 4 bulan yang lalu, masyarakat kabupaten Tegal khususnya penggemar batu akik berbondong bondong menuju desa Semedo untuk mencari fosil fosil tulang yang banyak ditemukan di hamparan sungai desa semedo. Dengan cepat berita tersebar kesuluruh pelosok daerah kabupaten tegal. Alhasil desa Semedo pun menjadi kian ramai dikunjungi masrakat pecinta batu akik. Dari mulai orang dewasa hingga anak anak kecil pun turut mencari fosil fosil yang memang banyak ditemukan di sekitaran sungai tersebut. Untuk nantinya diolah dan dipoles menjadi batu akik yang indah dan bernilai seni tinggi. Tak hanya fosil tulang saja yang ditemukan, namun bebatuan alam lainnyaa juga banyak ditemukan dari aliran sungai yang terhubung di kaki gunung gajah orang sekitar menamainya.

Fosil tersebut merupakan fosil dari tulang hewan yang sudah terpendam selama ratusan tahun dan tak lagi utuh,yang memang keberadaanya banyak terdapat di daerah Semedo. namun memang fosil tersebut bukan merupakan fosil utuh yang keberadaanya dilindungi dari pengelola situs purbakala desa semedo. jadi masyarakat pun diperbolehkan mencari sendiri di sekitaran sungai, dengan pengawasan tentunya, agar tidak terjadi eksplorasi berlebihan pada daerah tersebut.

Begitu banyak keindahan alam dan kekayaannya yang beraneka ragam di daerah Kabupaten Tegal yang jarang diketahui oleh daerah lain. Ikuti terus blog ini untuk info menarik seputaran legenda daerah dan kisah kisah menarik dari kabupaten Tegal.

Category: 0 comments
Reactions: 

The Story Of Cacaban Part II - Keindahan, Kenyamanan dan Keunikan di Waduk Cacaban

Setelah sekian lama vakum dari dunia blog, akhirnya dengan Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat melanjutkan menulis dan berbagi cerita mengenai waduk cacabn nan indah dan penuh misteri. Hampir 2 tahun lebih berlalu kini obyek wisata waduk cacaban menjadi semakin elok. Terlihat beberapa pembangunan kawasan disebelah timur yang sudah semakin rapi, dan ramai dikunjungi setiap akhir pekan.

Kisah kehidupan remaja di sekitar kawasan waduk Cacaban.

Ada satu pengalaman menarik ketika penulis berkunjung ke waduk cacaban, yaitu pemandangan yang umum dilihat disana namun mungkin unik bagi yang tinggal agak jauh dari sekitaran waduk. Salah satunya yaitu 2 orang gadis remaja yang mendayung diatas perahu kecil atau sering disebut jukung kata orang sekitar. Tanpa canggung 2 orang gadis tersebut mendayung perahu sembari bercengkrama dan terlihat slah satunya sedang menggunakan telpon seluler. Tanpa perasaan canggung atau takut ia asyik menelpon dan satu gadis lainnya tetap mendayung pelan sambil sesekali bergurau. Kedalaman air saat itu cukup dalam, meski mereka tak terlalu jauh ke tengah danau namun pemandangan yang tidak biasa itu terlihat cukup mengeherankan, melihat 2 orang gadis tingkat sekolah menengah pertama, asyik bercengkrama sambil menelpon diatas perahu kecil sambil mendayung pelan diatas air danau yang cukup dalam. Tak nampak sedikitpun raut ketakutan atau ngeri. Melihat hal seperti itu sangat jarang ditemui belakangan ini, lokasinya agak jauh dari pintu air utama, dan hanya pemancing dan penduduk daerah sekitar yang melalui tempat itu.

Menikmati jagung bakar di gugusan delta waduk Cacaban .

Pengalaman ini juga penulis alami sendiri ketika ikut bersama rombongan pemancing yang rutin setiap minggu mengunjungi waduk untuk menyalurkan hobi nya memancing di Cacaban. Dari merekalah cerita cerita dari waduk cacaban itu penulis ketahui, berdasarkan narasumber dari pengemudi kapal dan petani dikawasan waduk terseebut. Kebetulan saya juga ikut mencoba untuk memancing ikan mujaer yang memang banyak tersebar dikawasan waduk cacaban. Setelah beberapa jam memancing, saya pun beristirahat sejenak, yang lokasinya ditengah tengah gugusan pulau kecil, yang kebetulan ditanami pohon jagung yang sudah siap panen. Dan ketika pemilik lahan jagung tersebut melintas saya pun meminta ijin untuk memetik beberapa buah jagung untuk dinikmati sembari beristirahat setelah memancing. Pemilikpun mengijinkan bebas mengambil secukupnya dengan syarat tidak boleh dibawa pulang kerumah. Mitos yang berkembang apabila dibawa pulang kerumah, maka akan ada sesuatu yang tidak diinginkan, entah gangguan dari mahluk lain yang mendiami gugusan pulau tersebut. Saya dan teman teman pun mulai membuat api untuk membakar jagung yang sudah dipetik tadi, sembari memasak air untuk membuat sajian teh hangat untuk dinikmati sambil menunggu jagung bakar itu matang. Awalnya cuma saya dan 2 orang teman saja yang membakar jagung, namun beberapa orang pemancing lainnya juga tertarik untuk menikmati jagung bakar diatas gugusan pulau kecil dengan pemandangan yang indah.Kami pun menikmati sajian jagung bakar dengan teh hangat diatas gugusan pulau kecil di obyek wisata waduk Cacaban. 


masih banyak kisah yang akan penulis tambahkan mengenai Obyek wisata waduk Cacaban ini, ikuti terus dan share ke teman teman anda.

Category: 2 comments
Reactions: 

Penjelajah is Back

Mohon Maaf karna terlalu lama ditinggal tanpa postingan postingan mengenai legenda dan sejarah tentang Kab.Tegal Khususnya...
 Setelah sekian lamanya penjelajah akan kembali mengulas cerita terbaru dan hasil foto terupdate tentang lokasi tempat bersejarah saat ini. Tunggu postingan selanjutnya ..... Terima kasih untuk sobat blogger setia .......

Category: 0 comments
Reactions: 

Goa Lawa Yang Penuh Misteri

Satu lagi wilayah diKabupaten tegal yang menyimpan misterinya yang beredar di masyarakat sekitar, kali ini misteri tersebut berada diKecamatan Balapulang Kabupaten tegal.
Terdapat sebuah bukit kecil yang membentang di dua desa yaitu Desa Harjawinangun dan desa Batuagung Kecamatan Balapulang.
ditengah tengah bukit tersebut terdapat sebuah Goa yang disebut warga sekitar dengan nama Goa Lawa.
Keberadaan goa tersebut memang sudah lama dan tidak banyak diketahui oleh masyrakat diluar kecamatan Balapulang.
Disekitar tahun 1991 sampai tahun 2000 masih banyak warga sekitar yang mendaki dan mengunjungi goa lawa tersebut, namun munculnya berbagai misteri hingga ditemukannya sesosok mayat hasil pembunuhan didekat lokasi tersebut menjadikan tempat itu semakin sepi dikunjungi.
Dibalik keindahan alam yang menarik untuk dikunjungi Memang lokasi tersebut menyimpan berbagai misteri didalamnya menurut penuturan warga sekitar.

Mitos Batu Keramat

Didikat goa tersebut terdapat sebuah batu besar yang dianggap keramat oleh warga sekitar, mitos yang dituturkan oleh penduduk sekitar adalah
jika ada orang yang berani menduduki batu tersebut maka tubuhnya akan berubah menjadi seperti kera.
konon batu tersebut dihuni oleh siluman penjaga goa lawa, dan akhirnya sesepuh desa tersebut memberi peringatan berupa tulisan dan batas agar tidak menduduki batu tersebut.
banyak hal hal gaib yang tersimpan dan belum terkuak dilokasi goa lawa. Kebenaran tentang mitos batu keramat itu pun belum ada info kelanjutannya.

cerita selanjutnya akan penulis tambahkan jika mendapat informasi tentang mitos di lokasi Goa Lawa tersebut. Sekian dan terima kasih sudah berkunjung.

Category: 6 comments
Reactions: 

Kisah Bukit Sitanjung

Bukit Sitanjung, salah satu obyek wisata alam yang ada di Desa Lebaksiu Lor, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Deretan bukit yang menjulang ditambah dengan bentangan Sungai Gung yang lebar. Ditambah lagi jembatan yang memiliki nilai historis tersendiri. Di Bukit Sitanjung sendiri apabila kita mendaki ke atas, kita bisa melihat pemandangan yang indah dari atas bukit. Di tenggara, terlihat Gunung Slamet.
Selain pemandangan kita juga bisa bercengkrama dengan penduduk sekitar yang biasanya bermata pencaharian sebagai petani, pedagang, atau penambang sirtu (pasir dan batu).
Sungai Gung
Untuk Sungai Gung sendiri memilik daya pikat tersendiri. Apabila arus tidak deras, kita bisa bermain-main air atau sekedar duduk-duduk di bebatuan yang besar-besar. Tetapi tetap harus waspada karena terkadang ada bebatuan yang licin atau sungai yang dalam.
Di sore hari kita bisa menemukan beberapa penduduk sekitar yang sedang asik memancing. Ya, ternyata di Sungai Gung masih terdapat beberapa ikan hidup. Namun tentu saja kita harus sabar menunggu untuk mendapatkan ikan.
Jembatan Sunglon
jembatan sunglon lebaksiuDi atas Sungai Gung, ada sebuah jembatan. Biasanya penduduk sekitar menyebutnya Jembatan Sunglon. Jembatan ini panjangnya kurang lebih 200meter. Jembatan ini dibangun pada jaman penjajahan Belanda. Jadi sudah cukup tua. namun bangunanya masih asri walau ada sedikit renovasi.
Namun sayang sekarang kondisinya rusak. Banyak bagian jembatan yang berlubang. Sehingga kita harus hati-hati apabila melintasinya.
Pabrik Es Sari Petojo
Di sekitar kawasan Bukit Sitanjung ini juga ada sebuah Pabrik Es. Namanya Pabrik Es Sari Petojo. Pabrik es ini sering menyuplai kebutuhan es masyarakat seputaran Kabupaten dan Kota Tegal. Terlebih di Tempat Pelelangan Ikan.
Pabrik Es ini juga berdiri sudah puluhan tahun. Biasanya setiap pagi banyak truk-truk yang keluar membawa puluhan balok es batu.
Sarana Olahraga
Bagi yang hobi Futsal, tersedia lapangan futsal yang baru dibangun. Ada yang indoor adapula yang outdoor. Futsal di pagi hari dengan sejuknya cuaca di daerah sekitar lapangan ini patut dicoba.
Rumah Makan Bukit Sitanjung

pemancingan bukit sitanjung
Disekitar bukit si tanjung juga terdapat Rumah Makan yang bernama Rumah Makan Bukit Sitanjung , didalamnya terdapat arena pemancingan dengan harga yang terjangkau.

dikutip dari : http://infotegal.com/2011/02/pesona-wisata-kawasan-bukit-sitanjung-lebaksiu/

dari keindahan alam Wisata bukit Sitanjung ada sebuah kisah yang merupakan legenda yang berada disekitar objek wisata bukit sitanjung tsb . Berikut salah satu ceritanya yang bersumber dari masyarakat sekitar.

Kisah mbah Gringsing

Dahulu kala ada sepasang suami Istri , beliau bekerja sebagai petani disekitar bukit sitanjung,.
  Pagi itu sepasang suami istri tersebut sedang beraktifitas seperti biasanya, hingga kemudian sang istri menemukan sebuah telur misterius di sekitar sawah mereka. Lalu sang istri bertanya kepada suaminya ,telur apa ini. Itu seperti telur biawak mungkin. Telur itu pun dibawa pulang, lalu sang istri memasak terlur tersebut. Ketika waktu istirahat siang , sang istri membawakan masakan untuk suaminya, mereka menyantap makanan itu, dan sang istri memakan telur yang ia temukan tadi, dan tiba tiba ia merasa aneh, sang suami pun terkejut dan tidak memakan telur itu. kemudian bertanya kepada istrinya,apa yang terjadi. Pusing dan aneh jawabnya. Tiba tiba kulit sang istri berubah menjadi bersisik seperti ular, dan sekujur tubuhnya pun sudah terbalut sisik ular tidak lama kemudian. Sang suami pun kebingungan melihat apa yang terjadi, dan semenjak saat itu sang istri yang berubah menjadi ular disebut sebagai mbah gringsing, . Dan menjadi suatu pantangan bagi yang berkunjung ke Bukit Sitanjung menggunakan kain / Selendang bermotif Gringsing. Dan menjadi mitos sampai sekarang ini yang dituturkan oleh warga setempat.

ada tambahan cerita dari coment bang jBMusic, terimakasih untuk kisi kisinya, disini saya akan tambahkan literatur cerita yang anda sampaikan untuk menambah dan melengkapi tulisan saya yang memang sedikit saya ketahui.

dari cerita jawa orang2 tua dulu sikasur dan sigringsing terkena oleh kutukan,
"Keadaanya ketika itu si kasur tidak tahu kalau istrinya terjadi keanehan.. Dia kepanasan badanya, lalu menuju sungai agar mengurangi rasa panas pada badanya, tanpa diinginkan malah tubuh si gringsing sedikit demi sedikit bersisik, sikasur belum tahu ketika itu, lalu sigringsing bertanya" hai sikasur kalo kamu ingin tahu "ɑ̤̥̈̊pa͡" yang terjadi padaku,silahkan makanlah sisa telur itu." Lalu sikasur penasaran akhirnya memakan telur itu juga, badan sikasur juga merasakan hal yang sama seperti sigringsing yaitu panas,lalu ikut berendam di kali bersama si gringsing. tidak ada perbedaan si kasur Ĵчğå mulai bersisik dan keduanya berubah menjadi ular. Karena kutukan,mereka tidak akan bertemu sampai kiamat nanti, mereka terpisah untuk selamanya, masyarakat dulu mempercayai kalau si gringsing di kali gung bagian utara yaitu Adiwerna dan si kasur di daerah selatan kaligung tepatnya di daerah Tanjung.
Sampai sekarang mitos ini dipercayai masyarakat terdahulu sampai sekarang.keberadaan si gringsing di utara kali gung pun sudah banyak yang tahu dan merasakan. 


berlanjut di posting berikutnya.....

Category: 2 comments
Reactions: